| 
  • If you are citizen of an European Union member nation, you may not use this service unless you are at least 16 years old.

  • Work with all your cloud files (Drive, Dropbox, and Slack and Gmail attachments) and documents (Google Docs, Sheets, and Notion) in one place. Try Dokkio (from the makers of PBworks) for free. Now available on the web, Mac, Windows, and as a Chrome extension!

View
 

Memilih Kata Kata

Page history last edited by indot 7 months, 2 weeks ago

Tentang Memilih Kata yang Tepat Makna

 

Tiap-tiap kata mempunyai arti khusus yang tidak serupa lewat kata lainnya." (M. Ramlan dkk) Hari Rabu, seperti biasa MinCob dapat berjalan-jalan dahulu mencari pengetahuan (baca: gangguin) ke kakak-kakak redaksi @divapress01 #RabuEditing. Waktu menulis, kita semestinya memakai banyak kata yang serasi biar arti yang ditampilkan dapat pas target. Seperti pilih jodoh--eh milih sepatu lari saja deh--kalau tidak serasi milihnya, jadinya tidak enak kan di body? Ini dua contoh penentuan kata yang kurang pas: 

 

 

(a) Ani yaitu dapat mantuku. 

 

(b) Pohon mangga itu belum memberikan calon buahnya. 

 

 

Kendati maknanya mirip, kata 'bakal' serta 'calon' dalam ke-2 kalimat barusan kurang serasi pemakaiannya. Untuk objek manusia, kata 'calon' lebih pas dimanfaatkan. Sesaat, kata 'bakal' lebih wajar dimanfaatkan ke objek nonmanusia. 

 

Jadi, dua kalimat barusan akan tambah pas kalau: 

 

(a) Ani yaitu calon mantuku. 

 

(b) Pohon mangga itu belum memberikan dapat buahnya. 

 

Nah, calon pacar atau dapat pacar hayooo? Eaakkkk siang-siang dibawa baper. 

 

 

Kendati selintas maknanya sama, beberapa kata nyatanya mempunyai arti yang dikit tidak serupa. Penulis harus tahu menggunakan kata yang mana. Memandang, melirik, memandang, lihat, serta melihat. Banyak kata itu mempunyai arti yang serupa, namun pemakaiannya beda kan? 

 

(a) Saya memandang gadis bergaun merah itu melalui. 

 

(b) Cowok itu melirik centil kepadaku. 

 

(c) Deni menatapku dalam2. 

 

(d) Kami lihat pawai. 

 

 

Begitupun kata mati, yang bersinonim dengan meninggal, wafat, meninggal dunia, serta gugur. Simak kalau ada ketaksamaan arti pada mereka. 

 

(a) Tanamanku layu serta mati lantaran gak sempat kusirami. 

 

(b) Kakek wafat 5 tahun yang lalu. 

 

(c) Banyak pahlawan gugur buat bangsa. 

 

(d) 10 orang meninggal dlm kecelakaan itu. 

 

Mengubah-ubah urutan pemanfaatan kata ke beberapa contoh kalimat di atas bakal bikin kalimat yang rasa-rasanya 'menganjal' alias tidak berhasil dengan rasa. Ini contoh kalimat yang tidak berhasil dengan rasa: 

 

(a) Tanamanku meninggal lantaran jarang-jarang disirami. 

 

(b) Ramai-ramai kami melirik pawai di Jln. Malioboro 

 

Kenapa dapat demikian? Lantaran tiap-tiap kata mempunyai arti terutama sendiri. Arti yang cuma punya dia semata-mata. bak penulis, kita harus tahu arti pribadi satu kata, jadi kita dapat tahu kapan suatu kata pas dimanfaatkan serta kapan tidak pas. Kesamaan arti ke banyak kata kata yang bersinonim umumnya tidak komplet alias cuma 'mirip sejumlah.' Ada banyak kata bersinonim yang dapat sama-sama gantikan, dalam pengertian, kedua-duanya pas dimanfaatkan dalam kalimat yang tidak serupa. Contoh: Kata 'menonton' serta 'menyaksikan' 

 

(a) Kami melihat pawai di Malioboro. 

 

(b) Kami lihat pawai di Malioboro. 

 

 

Namun, beberapa kalimat bersinonim lain yang tidak pas sewaktu maknanya ditukar-tukar. Contoh: meninggal serta meninggal dunia, melirik serta memandang. 

 

 

A: Jika kata 'kamu' serta 'aku' pas tidak, Min? 

 

B: Itu kan beda maknanya, woy! 

 

A: Namun, tempo hari kau katakan kamu itu saya, saya yaitu kamu eaakk. 

 

B: (ˇ_ˇ'!!) 

 

A: Namun, banyak kata yang bersinonim kan sangat banyak, Min. Masak diapalin semua? 

 

B: Tenang, itu manfaatnya ada editor. 

 

Satu diantaranya pekerjaan editor yaitu periksa kembali apa suatu kata telah pas dimanfaatkan atau belum. Namun, penulis semestinya ingin belajar ya. Tidakkah menulis itu yaitu proses belajar yang terjadi tiada henti? Diperlukan kecermatan esktra untuk menjumpai pelbagai kata bersinonim ini, lantaran banyaknya sangat banyak. 

 

 

"Dua perihal yang penting jadi perhatian dalam penentuan kata yang pas yaitu (1) ketepatan arti serta (2) kelaziman pemakaiannya." (Ramlan, dkk) 

 

Yang pertama, maknanya pas serta ke-2, kata itu umum dimanfaatkan dalam kerangka yang sama. (lihat contoh kalimat-kalimat awal mulanya). 

 

 

Dibawah ini contoh pemanfaatan kata yang kurang umum: 

 

(a) Gempa besar menggoyang Jepang beberapa tahun yang lalu. 

 

(b) Vokalis dangdut itu menggetarkan panggung dengan jogednya. 

 

 

Lebih umum: 

 

(a) Gempa besar menggetarkan Jepang beberapa tahun yang lalu. 

 

(b) Vokalis dangdut itu menggoyang panggung dengan jogednya. 

 

 

Di antara 'menggoyang' serta 'mengguncang' mempunyai arti yang mirip, namun masih ada perbedaannya. Silahkan cek KBBI jika tidak yakin.Berikut ini utamanya kenapa seseorang editor harus miliki Kamus Besar Bahasa Indonesia (yang harga masih mahal itu). Jika juga belum miliki, seseorang editor (atau calon editor) tidak bisa malas buka KBBI yang segede gaban setebal bantal itu. Untuk naskah yang sifatnya ilmiah, penulis diminta untuk memakai banyak kata yang maknanya 'netral' daripada 'emosional'. 

 

Contoh banyak kata netral: 

 

(a) Mahkluk hidup bakal 'mati' jika tidak ada udara. 

 

(b) Memakai gas kian lebih irit 'daripada' minyak tanah. 

 

Sebaliknya, untuk tulisan fiksi atau tulisan lain yang miliki sifat pribadi, enjoy, informal; banyak kata dengan arti rinci yaitu kewajiban.Contoh pemanfaatan kata2 berarti pribadi: 

 

(a) Penjahat keji itu meninggal dengan mengenaskan. 

 

(b) Menurutku, Sofie lebih cantik daripada Irma. 

 

Banyak kata berarti pribadi ini bakal mengundang dampak yang lebih rinci terhadap pembaca. Kata 'menggoyang' serta 'mengguncang' umpamanya. Potensi untuk pilih serta memakai kata dengan arti yang pas yaitu keahlian yang begitu berfaedah, buat penulis atau editor. Buat keseharian, potensi memakai kata dengan arti yang pas ini pun bermanfaat sekali loh. Waktu membujuk pacar umpamanya, #eh 

Jago: Engkau seperti kuncup mawar merah dibawah purnama. 

Buang saja: Kamu serupa bunga mawar merah serasi bulan bulat. 

 

Terlebih untuk naskah fiksi, kepekaan memakai kata yang pas yaitu suatu keahlian yang begitu diperlukan. DIVAmate, yg menyukai berpuisi. Bila kalian ingin membuahkan puisi yang bagus, tetapkan banyak kata dengan arti yang pas. Coba banding 

 

(1) Aum serigala dalam dadaJerit gagak dalam jiwa: 

 

(2) Pekikan hewan pada badan Suara burung dalam jiwa: 

 

Nampol mana? Pemanfaatan "aum serigala" lebih menimbulkan deskripsi yang pasti dalam pikiran pembaca daripada semata-mata "pekikan hewan" kan? Demikian juga 'jerit gagak' yang lebih mendesirkan sensasi daripada 'suara burung'. Berikut ini utamanya pilih kata yang pas. Penentuan kata yang pas arti ini pun sangat perlu andilnya dalam bikin jenis tulisan resmi serta nonformal. Tidak lucu kan jika kita menulis skripsi dengan 'seru-seru' ini: 

 

 

"Topik Wanita dalam Buku Narasi Q, suatu Tinjuan Sengit." 

 

 

Atau gini: 

 

 

 

"Kami menjumpai Gubernur bermaksud 'kepengen curhat' problem sampah di lokasi Jakarta serta sekelilingnya." 

 

 

 

Mulutmu, harimaumu. Tulisanmu dapat bikin orang salah kira. Karenanya, simak pilihan kata yang ingin kita pakai. Ini contoh-contohnya: 

 

 

 

OK: "Silahkan, Bapak mulai dapat makan duluan." 

 

Terlalu berlebih: "Silahkan, Bapak mulai dapat mengolah duluan." 

 

Jenuh hidup: "Bapak, makan gih sono." 

 

Penentuan kata yang sama dengan ini pun penting sekali jika contoh kamu ingin menulis naskah dengan obyek khusus. Buku untuk beberapa anak contoh. 

 

Taman kanak-kanak: Cepat serta Pandai Membaca dengan ABACAKA 

 

Taman kakak-kakak: Tehnik Membaca Super Cepat Secepat Membaca Isyarat Hati 

 

Anak suka: "Robotnya hebat, dapat buat es cream juga. " 

 

Anak puyeng: "Robotnya ini sophisticated sekali, sanggup mengolah es cream juga. " 

 

Nah, bak latihan, coba kalian pilih: pada dua kata dalam sinyal kurung, mana kata yang pemakaiannya pas? 

 

(a) "Semuanya siswa kudu (terlibat/ikut serta) dalam mengawasi kebersihan lingkungan sekolah." 

 

(b) "Kamu jangan senang (terlibat/ikut serta) dalam hal rumah tangga orang!" 

 

 

Dengan memakai kata yang pas maknanya, apa yang ingin kita berikan juga dapat diterima secara baik oleh pembaca/pendengar. Bagaimana melatih kepekaan hati ini *halah* ... tujuannya melatih kepekaan pilih kata lewat kata yang pas ini? Jawabannya standard sich: Banyak-banyak membaca, serta menulislah banyak-banyak. Jangan malas membuka kamus juga. Situ penulis kan? Dengan beberapa membaca, kemungkinan besar kosakata kita semakin tambah. Kita jadi tahu jika kata "A" cocoknya difungsikan serasi ini serta "B" serasi demikian. Selanjutnya, seusai banyak membaca, tekun-tekunlah menulis. Kerjakan apa yang telah kamu dalami dengan tuliskan. Masih semangat ya. 

 

 

Comments (0)

You don't have permission to comment on this page.